Jokowi diserang kampanye hitam

Meski belum memasuki masa kampanye pemilihan gubernur DKI Jakarta, para kandidat cagub-cawagub telah memasang berbagai atribut seperti spanduk, poster, pamflet, hingga gencar beriklan di berbagai media massa. Tapi sayangnya, kampanye hitam yang menyerang kandidat tertentu juga sudah mulai terjadi.

Seperti yang ditemukan salah seorang warga di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Sejumlah pamflet yang menyudutkan calon gubernur yang diusung PDIP dan Gerindra, Joko Widodo alias Jokowi mulai bertebaran.

Lokasi penempelan pamflet tersebut terdapat di Pejaten Barat, dekat Rumah Sakit Siaga, Pasar Minggu. Ada juga di kawasan jalan Samali. “Pamflet itu terserak begitu saja di jalan aspal,” ujar saksi mata, Andi, kepada merdeka.com, Sabtu (5/5).

Foto pamflet yang diterima merdeka.com, dalam pamflet itu ditulis fakta-fakta seputar Jokowi. “Tolak pemimpin haus kekuasaan dan tidak amanah” dan “Tolak Jokowi.”

Dalam pamflet itu foto Jokowi mengenakan kaos dan kemeja hitam.

Dijelaskan juga jika selama Jokowi memimpin Solo, budaya korupsi di pemerintahan Kota Solo cukup tinggi. “Kota Solo adalah kota korupsi terbesar nomor 4 di Jawa Tengah (data KP3KKN Jateng).”

Selanjutnya tertulis “Penduduk miskin Solo meningkat.” dan “Setiap tahun Kota Solo mengalami banjir.”

Sebelumnya, Ketua DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur William Yani, mengecam tegas aksi black campaign terhadap calon Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) di beberapa wilayah Jakarta Timur.

“Sejak kamis (3/5) malam, ada indikasi penyebaran poster black campaign terhadap Pak Jokowi di beberapa wilayah Jakarta Timur. Kemudian Jumat (4/5) malam, sudah sebagian besar wilayah Jakarta Timur terpasang poster dan sticker black campaign. Data yang dibeberkan poster tersebut tidak akurat dan tidak valid,” ucap William Yani yang juga anggota DPRD Jakarta melalui siaran pers, Sabtu (5/5).

Lihat Berita Terbaru di : http://www.merdeka.com